RINGKIH BANGSAKU
BY : ojahhhh
Sadarkah kita bahwa Aceh hari ini adalah Aceh yang terluka?
Jiwa dan kulturnya tercabik-cabik
Bahasanya mulai membusuk dan bernanah
Ditambah lagi terjangan arus modernisasi
Yang mengalir deras tanpa mampu dibendung
Budaya leluhur yang telah mengalir dalam vena dan arterinya
Kini terkontaminasi oleh limbah budaya asing
Pergeseran, perubahan, gerak laju, bahkan degradasi budaya
Menjadi santapan lezat untuk tubuhnya yang ringkih
Potrait generasi ini
Membusung dada bila bicara tentang Tjoet Nyak Dhien
Mengangkat dagu bila mendengar kisah malahayati
Tak peduli pada segerombolan cucu adam diluar sana
Yang rela meronggoh dalam kantongnya
Yang menyetubuhi waktu
Yang memaknai langkah telanjang itu
Yang begitu bangga ketika mampu bertutur dengan bahasa aceh
Pada siapa ku alamatkan pilu ini
Saat negeri kincir angin mengoleksi lebih dari 500 naskah tentang Aceh
Saat seorang margaret mampu bersinopsis tentang tari seudati
Saat para pakar luar begitu fasih dan sistematis menguak sejarah Aceh
Aku menggugat pada sipewaris sejati
Demi fondasi yang telah goyah
Demi tubuh bangsa yang mulai keropos
Demi bahasa aceh, bahasa ibu
Yang telah digerogoti ulat-ulat
Demi lidah-lidah yang kelu pada bahasa ibu
Acehku,
Kan kucari penawar lukamu jauh kearah masa depan
Walau berbingkai air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar